Keroncong Jadul? SMAN 5 Jogja Buktikan Musik Ini Keren!

Admin/ Februari 25, 2026/ BERITA

Selama ini, musik keroncong sering kali diidentikkan dengan musik orang tua atau genre yang membosankan dan ketinggalan zaman. Namun, anggapan tersebut seketika luntur saat kita melihat aktivitas seni di SMAN 5 Jogja. Di tangan para siswa kreatif ini, alunan ukulele, cak, cuk, dan cello yang menjadi ciri khas musik tersebut disulap menjadi sesuatu yang sangat energik. Mereka berhasil mematahkan stigma keroncong jadul dengan membawakan aransemen yang lebih segar dan sesuai dengan selera anak muda masa kini.

Langkah awal yang dilakukan oleh komunitas musik di SMAN 5 Jogja adalah dengan melakukan dekonstruksi terhadap struktur lagu keroncong standar. Jika biasanya keroncong dimainkan dengan tempo moderat yang mendayu-dayu, mereka berani memasukkan unsur ritme pop, jazz, hingga bossanova ke dalamnya. Pemilihan lagu pun tidak terbatas pada lagu-lagu lawas; mereka sering membawakan lagu hits internasional yang sedang populer di aplikasi TikTok namun dimainkan dengan format instrumen keroncong. Inovasi inilah yang membuat teman-teman sebaya mereka menyadari bahwa musik ini keren dan sangat fleksibel untuk dikolaborasikan dengan genre apa pun.

Pemanfaatan instrumen tradisional dalam format modern ini membutuhkan keahlian teknis yang tidak sembarangan. Siswa di sekolah ini mempelajari teknik petikan “ngocok” pada cak dan cuk yang membutuhkan kecepatan serta ketepatan ritme. Menariknya, mereka tidak merasa terbebani dengan pakem yang terlalu kaku. Bagi mereka, keroncong adalah media ekspresi yang luas. Di SMAN 5 Jogja, musik ini menjadi wadah untuk bereksperimen, misalnya dengan menambahkan efek distorsi tipis pada cello atau menggunakan teknik beatbox sebagai pengganti kendang. Hal ini menciptakan tekstur suara unik yang belum pernah terdengar sebelumnya dalam sejarah musik keroncong konvensional.

Keberanian untuk tampil beda ini tentu saja membuahkan hasil yang signifikan. Penampilan mereka di berbagai acara festival budaya dan pentas seni sekolah selalu dinantikan. Banyak siswa yang awalnya skeptis, kini justru tertarik untuk belajar memainkan alat musik keroncong. Mereka merasa bangga bisa melestarikan budaya asli Indonesia tanpa harus merasa “kuno”. Penampilan visual mereka pun disesuaikan dengan gaya remaja, seperti menggunakan kain batik yang dipadukan dengan sepatu kets dan jaket sekolah, memberikan kesan bahwa keroncong adalah bagian dari gaya hidup modern mereka.

Share this Post